Sekilas Dompet Dhuafa Republika

    Mungkin ada sebagian dari kita pernah mendengar Dompet Dhuafa Republika. Salah satunya adalah saya sendiri, sering mendengar tentangnya, tapi tidak mengetahui secara jelas apa dompet dhuafa sebenarnya. Beruntung saya mempunyai kenalan yang pernah menjadi pegawai di dompet dhuafa. Erni Riandi begitu namanya. Beliau harus meninggalkan pekerjaannya di dompet dhuafa, untuk menemani suaminya yang bersekolah di negeri jepang demi melanjutkan program masternya. Di sela-sela kesibukan penantian kelahiran putri pertamanya, beliau menyempatkan diri bercerita mengenai dompet dhuafa. Pengalaman bekerja di dompet dhuafa memberikan bekas tersendiri di hatinya. Tidak pernah hilang dari ingatannya betapa banyak yang mendatanginya meminta pertolongan ke dompet dhuafa. Dan sampai saat ini pun, rasanya masih dekat di hati, walaupun jauh dimata karena dekatnya hubungan silaturahmi dengan orang-orang yang pernah dibantunya melalui Dompet dhuafa ini ataupun dengan orang-orang yang antusias membantu sesamanya yang kurang beruntung dalam hal rezeki. Berikut sedikit cerita mengenai pengalaman beliau selama menjalani pekerjaan di DD. Dari beliaulah saya mendapat gambaran apa itu dompet dhuafa.

    Dompet dhuafa adalah sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam penghimpunan, penggalangan dan pengelolaan dana zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) dari masyarakat luas. Awalnya bernama Ikatan Silaturahmi Republika (ISR) yang merupakan bagian dari kesekretariatan Harian Republika yang menghimpun zakat dari para pegawainya. Kemudian ISR berkembang dengan melibatkan partisipasi dari masyarakat, dan akhirnya memasyarakat, maka diubahlah ISR menjadi Dompet Dhuafa Republika pada tanggal 2 Juli 1993. Lalu Dompet Duafa mengubah diri menjadi yayasan sosial pada tanggal 14 September 1994, dengan demikian menjadi unit tersendiri dan bukan lagi merupakan bagian dari kesekretariatan. Adapun fungsi dari DD adalah menjalin ukhuwah melalui pemasyarakatan ZIS, dan menunjang pemberdayaan ummat melalui penguatan jaringan Institusi BMT, bertujuan meningkatkan kualitas iman, kesehatan dan taraf hidup masyarakat yang menjadi sasaran program.
Disinilah beliau pernah menduduki posisi sebagai kepala Divisi Sosial Dompet Dhuafa. Divisi Sosial adalah divisi yang menangani penyaluran dana ZIS (zakat, infaq, sedekah) dari muzzaki (pemberi zakat) kepada mustahik (penerima zakat). Ada beberapa cara penyaluran dana ZIS kepada mustahik atau dhuafa ini, salah satunya adalah penyaluran langsung, yaitu dhuafa datang ke kantor DD Republika dan mengemukakan keperluannya, kemudian mereka akan diwawancarai sedikit dan diminta untuk melengkapi beberapa data identita sdiri sebagai prasyarat untuk mendapatkan bantuan. Jika layak maka bantuan langsung diberikan sesuai dengan budget atau ketentuan yang ada. Ada juga penyaluran dana secara tidak langsung, yaitu melalui pos-wesel atau dikirim melalui BMT (Baitul Maal Watamwil) DD yang sudah tersebar dibeberapa kota di Indonesia. Keberadaan BMT ini sangat menolong DD pusat karena setiap hari ada puluhan surat yang datang dari para dhuafa di berbagai pelosok tanah air untuk meminta berbagai macam bantuan.Karena jarak yang jauh tentu saja tidak bisa mengecek kebenaran surat tsb dan sulit untuk meminta mereka memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan. Biasanya BMT yang berada dikota tempat dhuafa tersebut tinggal yang akan membantu mengurus semuanya.

    Jenis bantuan yang diminta oleh para mustahik itu sangat beragam, kadang-kadang tergantung kondisi dan waktu. Misalnya di saat tahun ajaran baru, maka permohonan bantuan pendidikan sangat banyak yang biasanya disalurkan dalam bentuk beasiswa atau bantuan pendidikan. Tentu saja diperlukan seleksi atau kriteria khusus untuk menyaring para pemohon yang sangat banyak tersebut , mengingat dana bantuan juga terbatas dan sudah dialokasikan untuk beberapa jenis bantuan lain, seperti bantuan kesehatan, mualaf, musafir, gharimin, dan sebagainya. Untuk permohonan jenis musafir ini misalnya, biasanya membanjir di saat menjelang Idul Fitri. Banyak dhuafa yang ingin pulang kampung tetapi tidak punya ongkos untuk pulang.

    Banyak juga kaum dhuafa yang menyalahgunakan dana ZIS ini, ini merupakan kendala atau pengalaman yang kurang menyenangkan bagi beliau selama mengurusi masalah DD. Biasanya mereka adalah orang yang malas atau menjadikan "kemiskinan"nya sebagai alasan untuk mendapatkan uang. Sebetulnya mereka masih bisa berusaha, tapi senang meminta-minta. Minggu lalu sudah datang dengan alasan tidak bisa beli beras beberapa hari, minggu berikutnya datang lagi dengan alasan anak sakit atau lainnya. Begitu juga minggu selanjutnya. Maka mereka harus diberi pengertian agar tidak selalu senang menempatkan tangannya dibawah untuk meminta-minta. Hal ini tidak mudah, ada yang bisa mengerti tapi ada juga yang justru sebaliknya.
Banyak juga dhuafa yang datang dengan berbohong segala satu macam alasan. Biasanya dari perangai dan kata-katanya selama diwawancara terlihat jika ada yang datang dengan niat tidak baik tsb. Namun tetap saja agak rumit juga menghadapi akal-akalan mereka. Pernah suatu ketika ada seorang dhuafa yang mengaku telantar dan hidup menggelandang di Masjid Istiqlal meminta bantuan pengobatan. Ketika ia dibantu, rupanya ia menceritakan hal tersebut kepada teman-temannya, esoknya DD kebanjiran "tamu" dari masjid tsb, yang ternyata memang sehari-hari dipenuhi oleh tunawisma yang beraneka ragam, bahkan tak jarang pelaku-pelaku tindak kriminal ibukota yang menetap di sana.

    Tentu saja hal ini tidak berlaku pada semua dhuafa. Ada yang mereka memang benar-benar membutuhkan pertolongan. Ketika dibantu mereka benar-benar menggunakan uang bantuan tersebut untuk keperluan yang dimaksud. Kadang mereka datang lagi untuk menceritakan bagaimana kesulitan mereka telah bisa diatasi. Tentu saja, rasanya senang mendengarnya.

    Merupakan pengalaman yang berkesan jika dapat menyalurkan bantuan dan menolong sesama saudara muslim. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika melihat seorang ibu yang berjuang melawan maut di saat melahirkan anaknya dan kehabisan darah, sementara keluarganya tidak mampu membelinya. Kemudian dengan bantuan DD yang menyediakan keperluan pengobatannya maka pada akhirnya ia dan bayinya bisa terselamatkan.
Begitu juga ketika berinteraksi dengan anak-anak dhuafa atau yatim yang putus sekolah misalnya, padahal ia pintar dan mempunyai prestasi dan akhlak yang baik, rasanya ada kepuasan tersendiri ketika melihat ia pada akhirnya dapat melanjutkan sekolah lagi.
Penerima beasiswa DD ini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Mulai dari tingkatan SD sampai perguruan tinggi S1. Biasanya mereka adalah anak-anak dhuafa yang mempunyai prestasi yang baik. Senang sekali bisa kenal dan selalu berkomunikasi dengan mereka, kadang ada ikatan hati yang terbentuk lewat silaturahmi dan kegiatan-kegiatan khusus yang memang kadang kala diadakan DD buat mereka. Mereka juga membentuk satu wadah khusus antar mereka yang dinamai Karibis DD (Keluarga Penerima Beasiswa DD), disitu mereka saling mengenal, berinteraksi, berukhuwah dan membantu satu sama lain.

    Untuk bantuan pengobatan dibantu oleh jaringan dokter muslim yang tersebar dibeberapa kota di Indonesia. Jika ada dhuafa yang meminta bantuan kesehatan, biasanya dokter terdekat dengan tempat tinggal pemohon akan dihubungi . Jika ternyata si pasien harus dirawat, DD juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai macam Rumah Sakit untuk menangani mereka. Biasanya karena telah ada hubungan kerja sama, didapat potongan-potongan atau harga khusus ketika harus membayar biaya pengobatannya. Untuk tenaga dokter bahkan biasanya dibebaskan sama sekali. Senang juga bisa mengenal dengan baik beberapa dokter muslim yang sangat dermawan. Biasanya mereka dengan segera menghubungi DD jika diberi pesan melalui pager atau dihubungi lewat telepon genggamnya, untuk memberikan solusi penanganan setiap pasien. Dan untuk evaluasi kerja biasanya diadakan pertemuan rutin dalam jangka waktu tertentu dengan para team dokter tersebut.

    Memang tidak mudah mengemban tugas sebagai penyalur dana ZIS ini, karena selain harus bertanggung jawab kepada pemberi zakat melalui laporan-laporan keuangan maupun tulisan-tulisan yang harus dibuat untuk dipublikasikan melalui media Republika, yang tak kalah berat adalah mempertanggungjawabkannya kepada Allah. Bagaimanapun juga dana tersebut adalah dana ZIS yang nilainya berbeda dengan sumbangan lainnya. Kepekaan dan kewaspadaan dalam menyalurkan dana harus terasah sekali. Itupun sering juga timbul rasa sesal atau khawatir jika ada kesalahan dalam meyalurkannya. Semoga saja Allah mengampuni semua kekhilafan.

PENGHIMPUNAN ZIS DOMPET DHUAFA
Penghimpunan ZIS yaitu  melalui :
*transfer antar bank ke rekening Yayasan Dompet Dhuafa Republika:

*kirim langsung via wesel ke Dompet Dhuafa Republika: *Kartu Ukhuwah (DD Card) sebagai komitmen membayar ZIS secara tetap melalui rekening di BMI (Bank Muamalat Indonesia)

PERTANGGUNG JAWABAN
Pertanggung jawaban pengelolaan dana dipublikasikan melalui Harian Umum Republika, meliputi:

PROGRAM AMAL
Program amal Dompet Dhuafa adalah: Klinik Dhuafa, Beasiswa dan Bantuan Hidup, dengan masing-masing program mempunyai kriteria tersendiri mengenai siapa yang dapat disantuni Dompet Dhuafa

KLINIK DHUAFA
Merupakan upaya pemberian bantuan kesehatan untuk mereka yang kuran mampu, melalui jaringan Tim Medis Klinik Dhuafa (TMKD).
* Kriteria: Berusia produktif dan diutamakan kepala keluarga atau tulang punggung keluarga . Jenis penyakitnya dapat disembuhkan dalam satu atau dua kali pengobatan, berprognosa baik (memungkinkan untuk dapat disembuhkan) dan jenis penyakitnya tidak residif (kambuhan)
* Bentuk bantuan :
-Bantuan Medis
-Diagnostik
Bantuan diagnostik diberikan bila dari pemeriksaan awal belum dapat disimpulkan secara pasti jenis penyakit yang dideritanya, atau bila pemeriksaan diagnostik diduga memerlukan biaya yang tidak mungkin di pikul penderita.
Bantuan ini tidak selalu disusul dengan batuan therapis tetapi tergantung advise tim medis DD setelah mempelajari hasil diagnosanya.
-Therapis
Bantuan Therapis dapat berbentuk : Biaya Operasi, Biaya Perawatan, Biaya Laboratorium, Biaya Obat-Obatan, Biaya Anastesi, Biaya Rontgen
-Bantuan Pasca Perawatan :
Berdasarkan nasihat dokter yang telah menanganinya
-Bantuan Non Medis
Berupa santunan sekedarnya, maksimal Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) bila :
Penyakit bersifat residif (misalnya kanker /tumor) atau yang harapan sembuhnya tipis
Penyakit yang diderita memerlukan pengobatan lama, misalnya : hepatitis/diabetes, dll

BEASISWA
Mendanai pendidikan siswa/i (SD-SLTA) juga mahasiswa/i berprestasi yang kurang mampu secara rutin setiap bulannya. Selain beasiswa prestasi dikembangkan juga model bantuan melalui program ORTU/ANAK ASUH (Orang Tua Penyantun). Selain memberi dana beasiswa. DD juga menyediakan wadah untuk mereka beraktualisasi, lewat wadah KARIBIS (Keluarga Penerima Beasiswa DD). pelatihan komputer, pembekalan rohani, tulis menulis, dan bahasa merupakan pembinaan DD kepada penerima beasiswa.
* Kriteria : Keluarga tidak mampu, diutamakan yatim , Pendidikan : SD, SLTP, SMU atau sederajat, Perguruan Tinggi (S1) diutamakan negeri, berprestasi : a. 10 besar sekolah, b. 3 besar di kelas, atau c. Index Prestasi (IP) minimal 3,00/rata-rata nilai 8, Tidak mendapat beasiswa dari lembaga / Instansi manapun, Tidak terlibat kegiatan kriminal/pidana atau sejenisnya
* Kewajiban : Mentaati peraturan yang digariskan Dompet Dhuafa Republika, Mengikuti Program KARIBIS DD Republika, Tetap menjaga hubungan dengan DD melalui kontak lisan maupun tertulis, meski sudah tidak menerima beasiswa, Turut mensosialisasikan program DD, Ikut menjaga nama baik DD Republika

BANTUAN HIDUP / ASNAF
Diberikan untuk mereka yang masuk kedalam usia non-produktif (persyaratan sama dengan pasien klinik). Juga untuk mereka yang berada dalam perjalanan (musafir).

****
Itulah sekilas mengenai Dompet dhuafa sebagai salah satu yayasan penghimpun, penggalang dan pengelola ZIS. Semoga para pembaca dapat tergerak hatinya untuk menyalurkan Zakat, Infaq, maupun Shodaqohnya ke yayasan sosial manapun dan tidak harus melalui dompet dhuafa, atau setidaknya menyadarkan kita akan kewajiban untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan dengan sedikit gambaran mengenai yayasan ini, kita menjadi percaya untuk menyalurkan sedikit kelebihan yang Allah berikan kepada kita.