|
6.
BERAKHIRNYA PERADABAN MASA LALU
Lantaran-lantaran
yang memusnahkan peradaban masa lalu, a. bencana alam
(banjir, angin kencang, gempa bumi, ledakan gunung berapi, hujan meteor) b. bencana manusia
(peperangan, kecelakaan teknologi) c. bencana wabah
penyakit mematikan d. bencana lainnya
(QS 105:1-5, dll)
Contoh kondisi
bekas-bekas peradaban masa lalu ketika ditemukan kemudian,
|
Gambar 1:
Tertimbun di bawah tanah
Candi Borobudur,
Indonesia |
Gambar 2:
Tenggelam di dasar laut
Situs Yonaguni
di perairan Okinawa, Jepang |
QS
14:19 (Ibrahiim), A
lam tara annalLaaha khalaqas samaawaati wal ardha bil haqqi iy yasya’ yudzhibkum
wa ya’ti bi khalqin jadiid. Tidakkah
engkau perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan
bumi dengan sebenarnya. Jika Dia menghendaki niscaya Dia membinasakan kamu
dan mengganti dengan makhluk yang baru.
QS
14:20 (Ibrahim), Wa
maa dzaalika ‘alalLaahi bi ‘aziiz. Dan
tidaklah yang demikian itu sukar bagi Allah.
QS
15:73 (Al Hijr), Fa
akhadzat-humus shaihatu musyriqiin. Maka
mereka dibinasakan oleh suara keras waktu matahari terbit.
QS
15:74 (Al Hijr), Fa
ja’alnaa ‘aaliyahaa saafilahaa wa amtharnaa ‘alaihim hijaaratam min sijjiil. Maka
Kami balikkan yang di atas menjadi di bawah dan Kami hujani mereka dengan
batu dari tanah yang berapi.
QS
16:26 (An Nahl), Qad
makaral ladziina min qablihim fa antalLaahu bun-yaanahum minal qawaa’idi
fa kharra ‘alaihimus saqfu min fauqihim wa ataahumul ‘adzaabu min haitsu
laa yasy’uruun. Sungguh
orang-orang sebelum mereka telah menipunya maka Allah menghancurkan bangunan-bangunan
mereka dari dasarnya maka jatuhlah atap di atas mereka dan telah datang
kepada mereka azab dari tempat yang tidak mereka sadari.
QS
15:04 (Al Hijr), Wa
maa ahlaknaa min qaryatin illaa walahaa kitaabum ma’luum. Dan
Kami tiada membinasakan suatu negri melainkan ada baginya ketentuan yang
ditetapkan.
|
There is no God who truly deserves to be worshipped but Allah
alone and Muhammad (p.b.u.h.) is the messenger of Allah. |
Para Sufi,
Bumi
telah mengalami beberapa kali penghancuran besar yang mengakhiri setiap
suatu era periode kehidupan. Allah menciptakan makhluk seperti manusia pada setiap
era tersebut. Namun pada era Nabi Adam-lah beserta keturunannya,
makhluk manusia diberikan kelebihan daripada makhluk manusia era-era sebelumnya,
yang bukan bersifat materi kebendaan, kekayaan dan teknologi tetapi sesungguhnya
jauh lebih tinggi dari itu, yaitu ma’rifatulLah. Kehidupan duniawi
dan kekhalifahan bani Adam di bumi ini adalah juga yang terakhir. Tidak
ada lagi ‘daur ulang’ (setelah kiamat besar yang akan datang). [Mas
Mahmud]
Dari
ayahanda, Bp. Mahbub Djunaedi, pernah menyampaikan bahwa,
telah berlaku beberapa generasi sebelum era penciptaan Nabi Adam a.s
beserta para keturunannya. Masing-masing era generasi tersebut dengan generasi
Bani Adam sekarang adalah mempunyai bilangan masa yang sama. Era generasi
makhluk manusia pertama diciptakan Allah S.W.T seluruhnya adalah
mukmin hingga tiba masanya berakhir (kadar). Kemudian berlanjut era penciptaan
makhluk manusia yang keseluruhannya ingkar sampai tiba masanya berakhir.
Lalu Allah menciptakan Nabi Adam a.s. Keturunannya sebagian
beriman dan sebagian yang lain ingkar. [Bang
Zainal]
Sifu
Falun,
Dari
sekian banyak kali peradaban manusia setelah mengalami pukulan yang memusnahkan,
hanya menyisakan sedikit orang yang masih bertahan hidup dan menempuh kehidupan
primitif, kemudian berangsur-angsur berkembang menjadi jenis manusia baru,
memasuki peradaban baru, akhirnya menuju kepunahan lagi, berkembang menjadi
sejenis manusia baru lagi, demikianlah mengalami perubahan melalui periode
demi periode. [Li
Hongzhi]


sebelumnya
|
awal
|
berikutnya
|