|
ALEX KAWILARANG WAROUW MASENGI
Penemu Kapal Ikan
Bersirip
Doktor dari The Graduate School of Marine Science and
Engineering Nagasaki University, Jepang (1993), ini adalah penemu teknologi
kapal ikan bersirip. Temuan pria bernama lengkap Prof Dr Ir Alex Kawilarang
Warouw Masengi MSc kelahiran Desa Kinilou, Tomohon, 13 Juni 1958, ini sudah
dipatenkan di Jepang.
Suami dari Ixchel Peibie Mandagie MSi (juga dosen
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat), ini diilhami ikan terbang
dalam menemukan teknologi perkapalan tersebut. Ikan itu dapat terbang jauh
bagaikan pesawat udara yang melayang rendah di atas permukaan air laut.
Dia tertarik ketika mengamati bentuk tubuh dan sirip
ikan terbang antoni (torani). Ikan itu dapat melayang di atas permukaan air
laut. Tubuhnya terangkat melalui pergerakan sirip yang relatif panjang dan
dorongan pergerakan tubuhnya sendiri. Pakar teknik perkapalan perikanan ini
mengamati ikan antoni memiliki bentuk tubuh yang relatif unik, mulai dari
kepala, badannya yang montok, pergelangan ekornya serta seluruh siripnya.
Bentuk tubuh dan sifat-sifat khas ikan antoni itulah yang ia terapkan ke
dalam desain badan kapal ikan, berikut pemasangan sirip pada bagian lambung
kapal. Hasilnya, tingkat kestabilan kapal ikan relatif menjadi lebih tinggi
apabila dibandingkan dengan jenis kapal ikan lain.
Sejumlah pengkajian dan uji coba stabilitas kapal ikan
yang menggunakan sirip ini sudah dilakukannya sejak 16 tahun terakhir. Pengkajian dan pengujian dilakukan di
Laut Cina Timur, Teluk Ohmura Nagasaki, perairan Jepang Timur, Teluk Manado
dan perairan di sekitar Kota Bitung. Hasilnya, stabilitas kapal ikan
bersirip rata-rata melebihi kapal ikan biasa.
Selain itu, pengujian laboratorium juga dilakukan di
beberapa laboratorium ternama, seperti Laboratorium kapal ikan di Fakultas
Perikanan Hokkaido University, Japan Fisheries Engineering Laboratory,
Faculty of Ship Building Soga University, Nagasaki.
Hasil pengujian stabilitas terhadap kapal ikan tipe
sabani dari Okinawa dengan menggunakan sirip dalam kondisi statis meningkat
17 persen. Adapun saat kapal dalam kondisi dinamis atau bergerak, tingkat
stabilitasnya naik menjadi 22 persen.
Metode yang sama, diujicobakan pula pada beberapa
kapal ikan tipe pamo yang biasa digunakan para nelayan Sulawesi Utara, baik
dalam ukuran nyata maupun dalam skala model. Dari hasil pengujian diperoleh
hasil stabilitas kapal pamo dalam kondisi statis meningkat 19 persen dan
dalam kondisi dinamis meningkat 28 persen.
Berdasarkan semua pembuktian itu, temuan teknologi
kapal ikan bersirip yang desainnya didasarkan pada bentuk tubuh ikan antoni
itu, Alex mematenkan atas namanya
sendiri di Jepang.
Sebuah perusahaan galangan kapal di Jepang saat ini
sedang bersiap memproduksi massal kapal-kapal ikan bersirip yang didasarkan
pada model atau teknologi temuan Alex itu. Makanya, di Jepang namanya
tercatat sebagai anggota konsultan pembuatan kapal Nagasaki Dream, dan
konsultan pembuatan kapal layar Michinoku-Indonesia. Juga menjadi konsultan
teknik pada Reedbed Technology, Liverpool, Inggris.
Alex secara rutin juga menjadi pembicara dan dosen
tamu pada berbagai universitas di Jepang dan Perancis. Dia juga sering
menyampaikan makalah ilmiah di berbagai universitas ternama di Jepang,
Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
Alex tumbuh di dalam keluarga petani. Ia dilahirkan
dan dibesarkan dalam lingkungan pertanian di kaki Gunung (api) Lokon, Desa
Kinilou, Tomohon, Sulawesi Utara. Ia akrab dengan pertanian palawija,
hortikultura,serta budidaya tambak air tawar. Sehingga ahli kelautan ini
tetap cinta alam pegunungan. Rumahnya yang sederhana dikelilingi tambak
atau telaga lengkap dengan budidaya ikan mas dan mujair. Di bagian depan
rumah tampak beberapa rumpun pohon bambu yang ikut menambah semarak
lingkungan rumahnya.
Ayah empat anak, yaitu Kesihi, Shinji, Etsuko dan
Akira, ini bahkan memanfaatkan lokasi rumahnya di alam pegunungan yang
sejuk sebagai tempat pertemuan para dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan. Ia sering menerima tamu di rumahnya yang dikelilingi tambak air
tawar itu.
Alex menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di Desa
Kinilou pada tahun 1971, kemudian melanjutkan ke sekolah teknik pertama dan
lulus tahun 1974. Selanjutnya ia meneruskan pendidikan di Sekolah Usaha
Perikanan Menengah di Manado dan lulus pada 1977. Setelah sempat bekerja di
sebuah perusahaan perikanan, Alex melanjutkan pendidikannya ke Fakultas
Perikanan Unsrat dan lulus tahun 1984. Ia mengikuti program master di
Faculty of Fisheries Nagasaki University pada tahun 1990 dan meraih gelar
doktor di The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki
University, Jepang, tahun 1993. (e-ti/tsl) --- Sumber: TokohIndonesia
DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia).

sebelumnya
| awal | berikutnya
|