|
BATERAI DARI
BAGHDAD
Pada
1930, ketika dilakukan penggalian pada sebuah bukit kecil di daerah Khujut
Rabula (dekat kota Baghdad, Irak), ditemukan puing sebuah pilar
kuno dari era Parthian. Pihak museum Irak segera melakukan ekskavasi
arkeologi pada area tersebut.
Salah
seorang arkeolog yang berasal dari Austria bernama Dr. Wilhem
König lalu menemukan sesuatu benda aneh yang terpendam di situs itu dan
beberapa lagi sejenisnya di dekat kota kuno Seleuca. Benda aneh
tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta aspal yang
disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm,
diameter 8 cm) dari tanah liat dan ketika dilakukan pengujian ternyata
berfungsi sebagai baterai. Usia artefak-artefak baterai kuno ini
diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh sebelum Count
Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800
serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik
dan hukum elektrolisis pada 1831.
Pengujian yang dilakukan oleh F.
M. Gray, seorang teknisi yang bekerja di General Electric - High
Voltage Lab, Pittsfield, Massachusetts terhadap tiruan artefak kuno ini
menunjukkan bahwa benda tersebut memang dapat berfungsi sebagai baterai.
Dengan memasukkan cairan asam kedalam jambangannya, baterai ini bisa
menghasilkan daya listrik 1,5 - 2 volt. Paul T. Keyser dari Universitas
Alberta, Kanada mengajukan alternatif pemikiran tentang kemungkinan
penggunaan baterai ini sebagai alat analgesik (penahan rasa sakit) pada
masa itu.
Pada
sebuah buku kuno dari India berjudul Shilpa-Sansar,
disebutkan tentang seorang bernama Shri Parashuram Hari Thatte yang
menerangkan prinsip teknis dan cara kerja baterai dalam format yang mirip
dengan baterai kuno Baghdad dari suatu masa pemerintahan Maharaja
Rama, sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi.
Sumber:
Down, David. “2,000 Years Old
Electric Battery”.


sebelumnya
| awal | berikutnya
|