Ragam Pustaka

 

LEGENDA MAKHLUK TERPILIH

TSUKAHARA BOKUDEN
Kesabaran Sang Samurai

 

 

Pada suatu ketika, dalam sebuah perahu tambang yang dipenuhi oleh para penumpangnya, terdapat seorang Samurai berpenampilan kasar, angkuh dengan badan yang besar dan tegap. Ia membanggakan dirinya sendiri sebagai yang paling hebat dalam ilmu pedang. Semua penumpang mendengarkan omongan besarnya dengan penuh perhatian, kecuali Tsukahara Bokuden yang duduk tenang dan tidak acuh pada peristiwa di sekelilingnya. Hal ini sangat menyinggung hati samurai itu yang lalu menegurnya: “Kamu juga membawa sepasang pedang, mengapa tak berani buka mulut?”

 

Bokuden menjawab dengan tenang: “Ilmu saya berbeda dengan ilmumu, karena bukan untuk mengalahkan orang, melainkan untuk tidak bisa dikalahkan orang!”

 

“Apa aliran ilmu pedangmu?” tanya Si Samurai itu dengan garang. “Ilmuku berasal dari aliran yang bernama mengalahkan musuh tanpa menggunakan pedang!”, jawab Bokuden.

 

“Lantas, mengapa kamu membawa serta pedangmu!?” lanjut Si Samurai. Dan Bokuden menjawab: “Pedang ini dimaksudkan untuk memotong rasa ke-aku-an yang sempit dan bukan untuk membunuh orang lain!”

 

Si Samurai itu merasa tersindir dan menjadi bertambah marah lalu menantang Bokuden untuk bertanding melawan dia. Bokuden pun menjawab tantangan itu. Lalu Si Samurai membentak pendayung perahu untuk segera menuju ke tepi, tapi Bokuden berkata: “Jangan di dekat sini, akan ada banyak orang yang menonton dan bisa terkena pedang kita. Adalah lebih baik kita pergi ke seberang, di tempat yang tak ada orang, sehingga kita dapat leluasa di sana!”.

 

Maka segera setelah perahu mendekat ke pinggir, dengan tenang Bokuden mengambil pedangnya lalu menitipkannya kepada pendayung, sedangkan ia sendiri berancang-ancang mau meloncat ke daratan yang dituju. Si Samurai yang sudah tidak sabar segera mendahului meloncat ke air dan bergegas menuju ke daratan. Tiba-tiba Bokuden yang masih berada di atas perahu segera mengambil dayung serta menyodok kuat-kuat pinggiran danau dan melajulah perahunya kembali ke tengah danau meninggalkan lawannya di daratan. Dengan tersenyum, Bokuden berteriak-teriak: “Inilah aliran tanpa pedang mengalahkan lawan!”

 

Tsukahara Bokuden (1489-1571) sangat dihormati di Jepang sebagai seorang master samurai sejati dan pendiri Kashima Shinto-ryu.

sebelumnya | awal | berikutnya