Ragam Pustaka

LEGENDA MAKHLUK TERPILIH
1. KARAKTER PARA TERCERAHKAN

QS 02:269 (Al Baqarah),
“Yu’til hikmata may yasyaa-u wa may yu’tal hikmata fa qad uutiya khairan katsiiraw wa maa yadzdzakkaru illaa ulul albaab”.

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya (= hidayah). Dan barangsiapa yang diberi hikmah maka sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal.

QS 13:20 (Ar Ra’du),
“Alladziina yuufuuna bi’ahdilLaahi wa laa yanqudhuunal miitsaaq”.
Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.

QS 13:21 (Ar Ra’du),
“Wal ladziina yashiluuna maa amaralLaahu bihii ay yuushala wa yakhsyauna Rabbahum wa yakhaafuuna suu-al hisaab”.
Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah supaya dihubungkan dengannya. Mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada seburuk-buruk perhitungan.

QS 13:28 (Ar Ra’du),
“Alladziina aamanuu wa tathma-innu quluubuhum bi dzikrilLaahi alaa bi dzikrilLaahi tathma-innul quluub”.
Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

QS 43:36 (Az Zukhruf),
Wa may ya’syu ‘an dzikrir rahmaani nuqayyidh lahuu syaithaanan fa huwa lahuu qariin.
Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Yang Maha Pengasih, niscaya Kami sertakan setan atasnya maka ia adalah teman baginya.

QS 05:54 (Al Maa’idah),
“…fa saufa ya’tilLaahu bi qaumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuu…”.
…maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya

QS 10:62 (Yuunus),
“Alaa inna auliyaa-alLaahi laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun”.
Ketahuilah, sesungguhnya aulia-aulia Allah itu tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak berduka cita.

Dari Hadits Qudsi, yang artinya:
RasululLah SAW bersabda, Allah SWT berfirman: “Hamba-Ku yang beriman masih terus mendekatkan diri kepada-Ku sampai Aku mencintainya. Maka bila Aku mencintainya, jadilah Aku pendengarannya, penglihatannya …”

Dari Hadits Qudsi, yang artinya:
Para aulia-Ku dibawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang aulia, kecuali jika Allah memberikan taufiq hidayah-Nya, supaya ia langsung juga mengenal Allah dan kebesaran-Nya yang diberikan kepada seorang manusia yang di kehendaki-Nya.

Sahal ibni Abdullah ketika ditanya oleh muridnya tentang bagaimana mengenal AuliyalLaah:
“Allah tidak memperkenalkan mereka. Kecuali kepada orang-orang yang serupa dengan mereka atau kepada orang yang bakal mendapat manfaat dari mereka (yakni untuk mengenal dan mendekat kepada Allah)”.


sebelumnya | awal | berikutnya