|
NENY NURAINY
Penemu Varian
Virus Hepatitis B Spesifik Indonesia
Perempuan muda kelahiran kota kembang, Bandung, 14
Februari 1974 ini, Alhamdulillah telah berhasil menemukan varian virus
hepatitis B khas Indonesia setelah memeriksa darah pasien yang positif
mengandung HbsAg, yakni antigen pada selubung terluar Hepadna viridae (nama
ilmiah virus hepatitis B).
Penelitian ini merupakan penelitian terbaru dalam
dunia biologi molekuler virus. Dan merupakan berkah bagi perkembangan
antibiotika dan proses penyembuhan pasien hepatitis B yang kini jumlahnya
kian hari kian meningkat.
Dengan metode yang dikembangkannya dan diberi nama
ELISA (enzyme-linked immunisorbenty assay), Neni berhasil membedah dan
memilah virus yang mematikan itu dalam serotipe: adw, adr, ayw dan ayr.
Dengan demikian, virus penyerang tersebut berhasil diklasifikasikan
berdasarkan genotipe perbedaan susunan nukleotida pada DNA (deoxyribo
nucleic acid)-nya. Ada delapan genotipe yang berhasil ditemukan: A, B, C,
D, E, F, G dan H, dimana genotipe tersebut terbagi lagi dalam sub-sub
genotipe, misalnya: Ba, Bwi (B west indonesia), Bei (B east indonesia), Bci
(B chinese indonesia) dan Bj untuk genotipe B.
Dengan penemuan metode baru ini maka tes DNA virus
yang sebelumnya bisa memakan waktu lama dan harga yang sangat tinggi, bisa
ditekan dengan harga yang jauh lebih murah dan cepat. Bahkan diagnosis
dokter akan lebih fokus serta lebih spesifik pada sasaran dan dapat
benar-benar memberikan serangan penghancur terhadap virus.
Tak ayal, penemuan Neni ini sangat membantu pasien
dalam menentukan terapi apa yang paling tepat bagi diagnosis penyembuhan
penyakit hepatitisnya. Selain itu juga bisa digunakan untuk perbedaan
membuat manifestasi klinik penyakit hepatitis B. Sehingga perkembangan
akumulasi hepatitis menjadi akumulasi hepatitis akut, sirosis hati atau
kanker hati akan terdeteksi dan tercegah sejak dini.
Neni sendiri menemukan metode ini pada waktu
menyelesaikan program doktoral ilmu biomedik di Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia (FKUI). Penelitian yang dilakukan di Lembaga Biologi
Molekuler Eijkman (Lembaga Eijkman) ini sebenarnya pada mulanya adalah
penelitian untuk program master. Namun karena penemuannya dianggap
spektakuler oleh ahli hepatitis, dr. David Handojo Muljono, SpPD, PhD. dan
ahli biologi molekuler dr. Herawatie Sudoyo, PhD., Neni dipromosikan
menjadi mahasiswa S3 sekaligus tesisnya dijadikan sebagai penelitian
program doktoral. Apalagi nilai akademik Neni dalam program pasca sarjana
Biomedik sangat memungkinkan untuk melanjutkan jenjang doktoral ini.
Dalam penelitian ini, Neni mengambil 36 sampel serum
dari delapan populasi sehat yang tersebar di Nusantara. Mulai dari etnik
Jawa, Batak Karo dan Dayak Benuaq (mewakili Indonesia Barat). Juga Bugis,
Makassar, Mandar, Toraja, Alor dan Sumba (mewakili Indonesia Timur) serta
Indocina (mewakili keturunan Tionghoa).
Dari tiga penggolongan tersebut (gen yang berada
dibawah adw, ayw dan adr), oleh Neni dilakukan uji statistik chisquare.
Dimana perlakuan ini pada akhirnya menghasilkan sebuah penemuan baru lagi
yaitu hubungan antara serotipe dan genotipe atau subgenotipe VHB. Data
serotipe inilah yang oleh Neni dikonversikan menjadi genotipe atau sub
genotipe.
Keberhasilan dalam upaya pengkonversian serotipe
inilah yang mengantarkan Neni meraih gelar doktor dengan predikat yudisium cumlaude,
sekaligus mengantarkannya sebagai doktor keenam dan doktor termuda dari
program Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Padahal semasa remaja, dia termasuk badung. Tapi
karena ketatnya sang ayah maka setiap sebelum adzan berkumandang dapat
dipastikan Neni akan buru-buru pulang. ”Kalau tidak, ayah akan
marah besar. Dan jangan harap bisa menonton acara kartun di TV yang kami sukai saat itu”,
jelas Neni.
Perjalanan hidup dan pendidikan kedua orangtua Neni ini
sepertinya membekas dalam karakter hidupnya. Bermula dari keprihatinan,
kemudian melahirkan penemuan spektakuler, yang InsyaAllah berguna untuk
kemaslahatan umat manusia. --- Sumber: Majalah Tarbawi, edisi 107/Th.7/1426
H.

sebelumnya
| awal | berikutnya
|