Ragam Pustaka

 

LEGENDA MAKHLUK TERPILIH

PAK MUH
Kesabaran Dalam Olah Budaya

 

H. Muhammad Zuhri dilahirkan di Kudus (Jawa Tengah) pada Desember 1939. Pada masa mudanya pernah menjadi guru sekolah dasar (1957 - 1964) dan aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Setelah mengundurkan diri sebagai guru, Pak Muh mencoba mengembangkan bakatnya dalam seni lukis dan merantau ke Semarang hingga akhirnya tiba di Jakarta. Di kota inilah Pak Muh merasa mendapatkan pengalaman mistis yang pertama, ketika Allah berkenan menyelamatkannya dari gangguan pengguna sihir yang hendak membunuhnya. Pada waktu itu Pak Muh membaca sebuah doa (hizbun nashar) yang berasal dari Sufi zaman silam.

 

Peristiwa ini akhirnya mendorongnya untuk lebih memperdalam sufi (melalui kitab-kitab Imam Gazali, Ahmad bin Habaillah, Muhammad bin Abdul Jabbar an Nifari) hingga mengantarkannya ke beberapa Guru Sufi. Salah satu diantaranya adalah Kiai Abdul Hamid dari Pasuruan, seorang Guru Sufi senior pada zamannya (dipercaya oleh masyarakat setempat dan kalangan pesantren sebagai salah seorang aulia yang terkenal sangat sabar), yang kemudian membaiat beliau sebagai Guru Sufi.

 

Kini, Pak Muh dan keluarganya tinggal di desa Sekarjalak, Pati (Jawa Tengah), membentuk halaqah (forum diskusi tasawuf) kecil yang diberi nama Pesantren Budaya Barzakh yang mengadakan kegiatan pengajian dua minggu sekali. Waktu-waktu lainnya juga digunakan untuk mengunjungi murid-muridnya di Jakarta yang membentuk Yayasan Barzakh dan di Bandung yang tergabung dalam Keluarga Budaya Barzakh.

 

Selain itu, dalam aktifitasnya sehari-hari, Pak Muh juga menerima dan melayani tamu-tamu dari berbagai pelosok desa dan penjuru kota yang datang untuk meminta nasihat atau pertolongan spiritual darinya untuk mengatasi berbagai masalah pribadi, keluarga atau sosial mereka. Beliau juga kerap menawarkan konsep berkehidupan berdasarkan pandangan kesufiannya. Pak Muh tidak berani menolak setiap tamu yang datang, baik orang baik-baik maupun yang tidak baik. Karena beliau menyadari siapa dibalik tamu tersebut, yaitu Allah yang mengirimkan mereka kepada Pak Muh agar mengarahkan mereka ke jalan yang benar.

sebelumnya | awal | berikutnya