|
BismilLahir Rahmanir Rahim,
Assalamu ‘alaykum
warahmatulLahi wabarakatuh,
Hidup manusia dalam periode
alam fana ini tak lepas dari pergerakan hukum sebab dan akibat. Segala
sesuatu adalah karena sesuatu yang lain. Tak akan pernah terjadi hanya
timbul suatu sebab tanpa diikuti akibat maupun sebaliknya. Keduanya
bergerak berkesinambungan saling mengikuti ibarat lingkaran roda yang tidak
terputus (thawaf). Sehingga dua hal ini dengan demikian sesungguhnya adalah ibarat
satu kesatuan. Dan kebijakan yang telah mampu membaca hakikat tersebut akan
membantu menuai ketenangan jiwa, ketenteraman hati.
Lingkaran roda sebab dan akibat tersebut berputar dengan bertumpu
pada sebuah hukum universal, yaitu bahwa yang kehilangan akan menerima dan
demikian pula sebaliknya, yang menerima akan kehilangan. Dalam pengertian
sederhana (dalam praktik bisa jadi tidak sesederhana demikian), seseorang
yang menerima sejumlah uang sebagai upah bekerja, sebelumnya telah
kehilangan waktu, tenaga dan pikirannya untuk bekerja maka kemudian ia akan
menerima upah tsb. Tetapi proses tersebut tidaklah berhenti, karena roda
adalah lingkaran berkesinambungan. Upah berupa uang tidak ada artinya jika
hanya terus disimpan sementara kebutuhan hidup berdatangan, sehingga
kemudian dipergunakannya untuk membeli bahan pangan, dsb. Kebutuhan
hidupnya terpenuhi tetapi sebelumnya telah kehilangan, yaitu uang upahnya
tersebut.
Implementasinya bisa sederhana maupun besar dan rumit, bergantung
pada kadar. Jika roda lingkaran tadi diletakkan di antara dua buah titik,
yaitu yang pertama adalah titik asal sebagai awal roda menggelinding
hingga menuju ke titik berikutnya, yaitu titik tujuan secara linier (sa’i) maka ketika digerakkan dengan kecepatan yang sama, sebuah roda
kecil dengan roda besar tentulah berbeda konsumsi waktu yang diperlukannya
untuk mencapai titik tujuan.
Jika dua buah titik itu diibaratkan sebagai awal dan akhir suatu
periode kehidupan bumi, sedangkan polah tingkah manusia universal penghuni
bumi pada periode kehidupan tersebut adalah sebagai roda yang
menggelinding. Maka ketika sedemikian besar yang diperoleh manusia dari
bumi tempat hidupnya, sedangkan bumi sendiri tereksploitasi pula dalam
kadar sebanding, maka itulah roda yang besar. Titik tujuan akan dijumpainya
dalam waktu lebih pendek. Hal lain yang perlu diingat, bahwa dua buah titik
tadi pun merupakan kesinambungan. Yang awal akan menemui akhir, sedangkan
akhir merupakan awal untuk periode berikutnya hingga menjumpai titik
akhirnya lagi dst. sampai kelak tiba saatnya Sang Maha Pemilik Segala
Sesuatu memberlakukan batas akhir periode kefanaan. WalLahu a’lamu bil-shawab.
Mohon maaf bilamana ada isi dan penyampaian kumpulan
artikel-artikel berikut ini yang tidak berkenan bagi siapa pun.
JazakumulLahu Khayran Katsiran.


sebelumnya
| awal | berikutnya
|