Sehat Alami

 

SANDING KATA

BismilLahir Rahmanir Rahim,

Assalamu ‘alaykum warahmatulLahi wabarakatuh,

Di era kontemporer ini, pada masa dimana ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan pesat, segala sesuatunya menjadi serba mekanis, otomatis dan instan. Namun bagaikan ombak yang kembali ke lautan, kemudian justru muncul pula fenomena ”kembali ke alam”, termasuk dalam hal kesehatan. Beberapa negara maju bahkan sudah menempatkan obat dan pengobatan alami sebagai solusi pokok, bukan lagi sebagai alternatif. Maka jika sebelumnya ilmu pengetahuan bagaikan berjalan menjauhi kealamian kini digunakan untuk menuju kealamian.

Bagi umat Islam, sepatutnya bukan terbatas pada konsep pemikiran ”kembali ke alam”, namun lebih dari itu adalah ”kembali ke solusi dari Al Qur’an dan Hadist”. Nabi Muhammad SAW ternyata juga mengajarkan penyembuhan yang alami, simpel dan efektif. Diantaranya ada yang mengacu pada keterangan tentang khasiat beberapa yang dinyatakan di Al Qur’an sebagai obat, seperti kurma, madu (’asal), dsb. Di luar itu beliau pun merekomendasikan penggunaan jintan hitam (habbatussauda/syuniz), pacar (inai), kostus hindi (quth), siwak, sereal barli (sya’ir) hingga zaitun sebagai tanaman berkhasiat obat. Juga diajarkan praktik berkhitan, berbekam (al hijamah) dan doa pengobatan (ruqyah). Berbagai penelitian ilmiah modern juga telah membuktikan bahwa sholat dan puasa yang tepat pun terbukti bermanfaat pada kesehatan.

 

Kembali ke solusi dari Al Qur’an maupun Hadist Rasulullah SAW, terhadap permasalahan yang kita hadapi, dalam hal ini adalah masalah kesehatan, sebagai permisalannya dapat dianalogikan pada suatu kendaraan bermotor merek tertentu maka petunjuk penggunaan dan trouble shooting yang tepat tentulah yang berasal dari pabrik pembuatnya, bukan pabrik produk lain. Demikian pula halnya ketika Allah menurunkan penyakit pada makhlukNya, maka tentulah Allah pula yang lebih tahu tentang penyakit dan pengobatannya. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, ”Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit (menjadi) tua”. (H.R Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim).

 

Pada dasarnya selain asupan dari luar, tubuh manusia sendiri sudah memiliki mekanisme yang cukup untuk mempertahankan kesehatannya. Dapat dibayangkan bagaimana akibatnya pada manusia, ketika udara yang kita hirup sehari-hari serta bersentuhan langsung dengan organ-organ lunak tubuh kita (mis: mata), sebenarnya juga betebaran berbagai jenis mikroba, virus maupun benda-benda renik lainnya. Karena secara fitrah, manusia sudah punya sistem kekebalan dan penjagaan kesehatan ini maka praktik terapi alami umumnya adalah memfasilitasi, memperlancar dan mendorong sistem dari dalam tubuh itu sendiri untuk mengatasi penyakitnya. Adanya asupan alami yang bermanfaat bagi kesehatan adalah juga sebagian dari kasih sayang Sang Pencipta bagi makhluknya, tidak hanya bagi manusia, karena bahkan pada hewan juga dijumpai naluri untuk mencari penyembuhan dengan memakan suatu jenis tumbuhan tertentu yang hanya dilakukan kalau sedang sakit.

Dari penelitian para ahli, diketahui bahwa sebenarnya pengetahuan tentang Madu, sereal Barli, Jintan Hitam atau Zaitun jelas sudah dimanfaatkan oleh masyarakat kuno sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Minyak jintan (samin) hitam bahkan ditemukan di makam firaun Mesir, Tut-Ankh-Kamun. Yang menjadikan istimewa adalah karena adanya petunjuk langsung dari Sang Maha Pencipta maupun Nabi Muhammad SAW atas manfaat dan cara penggunaannya sebagai obat. WalLahu a’lamu bil-shawab.

Mohon maaf bilamana ada isi dan penyampaian kumpulan artikel-artikel berikut ini yang tidak berkenan bagi siapa pun.

JazakumulLahu Khayran Katsiran.

garis.gif (2167 bytes)

sebelumnya | awal | berikutnya