Ragam Pustaka

 

PARA PENEMU DARI INDONESIA

SRI WURYANI, MUSTADJAB, EUIS NIRMALA, SIWI HARDIASTUTI

Penemu Pengawet Aroma dalam Hampa

 

Bayangkan sebutir apel basah yang baru dipetik. Lantas kupas, bijinya dibuang lalu digoreng. Hasilnya apel goreng yang crunchy, tapi rasa dan aroma tetap seperti baru dipetik dari pohon. Dan aroma itu bertahan selama enam bulan. Ajaib! Berterima kasihlah pada empat peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Merekalah, Dr. Sri Wuryani, Dr. Mustadjab, Ir Euis Maria Nirmala dan Ir Siwi Hardiastuti, penemu teknik penggorengan vakum yang bisa membuat “buah ajaib” tadi.

 

Mempertahankan aroma dilakukan dengan menjaga titik didih minyak. “Kami menguapkan air dalam buah, tapi zat-zat pembentuk aroma tetap bertahan”, kata Sri. Suhu yang diperlukan 77,5 derajat celsius, dengan tekanan udara di atas ketel 0,8 atmosfer. Pada tekanan normal, minyak mendidih pada temperatur 150 derajat celsius.

 

Perangkat utama penggorengan adalah tabung baja antikarat, sepanjang satu meter dengan lebar 0,5 meter yang dilengkapi alat pengukur tekanan. Tabung dengan pengatur suhu itu disambung ke penyedot udara. Untuk menjaga tekanan dan temperatur, ke dalam tabung diembuskan udara dingin. Sebagai pemanas dipakai kompor gas biasa. Harga alat berbobot 85 kilogram ini Rp 10 juta gingga Rp 15 juta. Bukan Cuma buah, sayuran pun bisa diolah dalam tungku penahan aroma ini. “Wortel, kacang panjang, kentang juga bisa renyah”, kata Sri. (Irwan Andri Atmanto) --- Sumber: Majalah Gatra Ed Khusus, Agustus 2004.

sebelumnya | awal | berikutnya