|
Dr. Peter J. D’Adamo,
seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, yang
menemukan model diet ini. Setelah selama 7 tahun melakukan penelitian terhadap
4.000 pasien yang datang ke kliniknya, akhirnya D’Adamo sampai pada
kesimpulan, betapa penting pola makan berdasarkan penggolongan tipe darah.
Selain jadi sehat, badan pun ikut langsing bila kita rajin mempraktikkan diet
ini.
Setiap tipe darah, tulis
D’Adamo dalam bukunya, Eat Right
For Your Type yang menjadi bestseller
di Amerika, akan mengidentifikasikan unsur-unsur asing, entah bakteri, virus,
atau darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh, dan menandainya sebagai
“teman” atau “musuh”. Begitu juga dengan makanan,
yang diidentifikasi melalui lektin (protein yang umumnya terdapat pada
makanan). Jika tak cocok, ditandai sebagai “musuh”. Lektin yang
tak cocok ini akan membuat sel darah menggumpal (proses aglutinasi). Inilah
yang lalu mengakibatkan banyak keluhan kesehatan, seperti terganggunya
keseimbangan hormon dan produksi insulin, hingga memunculkan penyakit
degeneratif semisal jantung, diabetes, ataupun kanker.
Oleh sebab itu, lektin yang
masuk, hendaknya disesuaikan dengan golongan darah kita. Nah, D’Adamo
telah membuatkan daftar makanan yang dimasukkan ke dalam golongan sangat
baik, netral, dan harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik
berarti makanan itu bekerja bagaikan obat. Sedangkan yang netral, boleh
dimakan tetapi hanya memberi pengaruh kecil bagi tubuh. Akan halnya yang
harus dihindari, tak lain karena makanan itu bagaikan racun bagi tubuh.
Sesuai Kebutuhan Individu
Yang jelas, jika Anda ingin
menerapkan diet berdasarkan tipe darah sebagaimana diet-diet lainnya (Dr. Atkints
Diet, Zona Diet, Blood Type Diet, Zodiac Diet, ataupun South Beach Diet),
disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dulu pada dokter atau ahli gizi.
Meskipun berbagai macam diet tersebut populer dan bukunya menjadi bestseller di negara asalnya, tidak
berarti penerapannya serta merta akan berhasil. “Karena pola makan atau
diet setiap orang unik dan berbeda. Apa yang cocok untuk si A belum tentu
cocok buat si B,” ungkap Hindah Muaris, praktisi teknologi pangan,
gizi, dan kuliner, yang juga penulis berbagai buku resep makanan kesehatan.
Lebih jauh dijelaskan Hindah,
pola diet yang benar harus mengacu pada kebutuhan nutrisi. Nah, kebutuhan
nutrisi setiap orang tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, faktor
emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita. Selain
juga kebiasaan makan berdasarkan lingkungan budaya. Misalnya untuk
mendapatkan sumber karbohidrat orang Amerika lebih memilih roti, sedangkan
orang Asia makan nasi. Pengetahuan tentang hal-hal ini menjadi acuan untuk menerapkan
pola diet yang tepat.
Disamping itu, bagi banyak
ahli gizi, diet yang paling direkomendasikan sampai saat ini adalah gizi
seimbang. Diet ini menerapkan pola makan yang mengasup protein, lemak,
karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah sesuai kebutuhan. Artinya,
makanan yang kita asup setiap hari harus mengandung semua unsur tersebut.
Misal, hari ini makan nasi
untuk sumber karbohidrat, lalu tempe untuk protein, dan minyak untuk lemak.
Sementara kebutuhan vitamin dan mineralnya didapat dari oseng buncis dan
wortel. Ditambah susu sebagai penyempurna nutrisi yang diperlukan, karena
dalam susu terkandung zat gizi lengkap yang diperlukan tubuh kita. Hari
selanjutnya, nasi bisa diganti tepung (roti) atau jagung. Yang penting harus
bervariasi. Seimbang tapi tidak membosankan. “Dan jangan lupa minum
susu setiap hari, karena susu kaya akan zat gizi yang dapat mensubtitusi zat
gizi yang mungkin tak terpenuhi oleh bahan pangan lain!” tandas Hindah.
Ciri Khas Masing-masing Golongan Darah
Golongan Darah O :
|
Risiko terkena penyakit
|
:
|
munculnya penggumpalan darah
secara tidak teratur, penyakit
peradangan seperti arthritis, produksi tiroid rendah, berbagai
alergi, luka nanah/borok.
|
|
Latihan gerak
|
:
|
latihan fisik yang intensif seperti
erobik, beladiri, tinju, joging.
|
|
Suplemen
|
:
|
vitamin B, vitamin K,
kalsium, iodium, kayu manis.
|
|
Profil diet
|
:
|
|
|
Kategori
|
Jenis Asupan
|
|
Baik
|
daging sapi, daging kerbau, daging
kambing, ikan makerel, ikan hering, ikan salmon, ikan ekor kuning, sarden,
minyak zaitun, minyak biji kenari, artichoke, bayam, brokoli, lettuce,
bawang putih, labu, kentang, nenas.
|
|
Netral
|
daging kelinci, daging ayam
kampung, daging ayam ras, daging bebek, daging kalkun, burung dara, belut,
siput, tiram (abalone),
cumi-cumi, udang, ikan mas, ikan kerapu, keju feta, mentega (bukan
margarin), keju mozarella (keju pizza), susu kedelai, minyak kanola, minyak
wijen, almond, kacang kenari, kacang polong, bijiran oat (oatmeal), beras (tumbuk atau merah
lebih baik), gandum, tepung beras, asparagus, rebung, ketimun, seledri,
bawang merah, anggur, apel, jambu biji, mangga, melon, pepaya, pisang, pir,
kamilen (chamomilla), jahe,
ginseng, teh hijau.
|
|
Buruk
|
daging babi dan semua
bagiannya, daging angsa, lele, cumi-cumi, kaviar (telur ikan sturgeon),
ikan salmon asap, keju amerika (american
cheese), keju gruyere, keju biru
(blue cheese), keju parmesan, semua jenis yogurt, es krim, minyak kacang,
kacang mede, kacang hijau, semua produk jagung (minyak jagung,
jagung, cornflakes, maizena), kue
bagel, lidah buaya, kol dan kembang kol, kelapa, apel, apokat, jeruk,
stroberi, kayu manis, panili, lada, saus tomat, mayones, serba acar, cuka,
kopi, teh hitam.
|
Golongan Darah A :
|
Risiko terkena penyakit
|
:
|
kanker, serangan jantung,
anemia, diabetes tipe I.
|
|
Latihan gerak
|
:
|
latihan yang cukup tenang
dan membutuhkan konsentrasi seperti yoga, tai-chi.
|
|
Suplemen
|
:
|
vitamin B12, asam folat,
vitamin C, vitamin E, echinacea, tumbuhan berduri, hawthorn, milk thistle,
quercetin.
|
|
Profil diet
|
:
|
|
|
Kategori
|
Jenis Asupan
|
|
Baik
|
siput, ikan mas, ikan kerapu,
ikan makerel, ikan salmon, sardin, minyak zaitun, susu kedelai, tahu,
tempe, selai kacang, biji labu, kacang tanah, kacang hijau, tepung beras,
gandum, soba (mie jepang, dari bijian buckwheat), brokoli, peterseli,
bayam, bawang merah, bawang putih, wortel, lettuce, aprikot, ceri merah,
jeruk, nenas, kamilen (chamomilla), jahe, ginseng, teh,
kopi, anggur merah.
|
|
Netral
|
daging ayam, daging kalkun,
ikan tuna, ikan cucut, ikan ekor kuning, keju feta, keju mozarella (keju
pizza), keju dari susu kambing, susu kambing, minyak kanola, almond, wijen,
kacang kenari, kacang polong hijau, semua produk jagung (jagung, cornflakes, maizena), bijiran
oat (oatmeal), aneka beras,
asparagus, rebung, seledri, peterseli, ketimun, paprika, apel, apokat,
belimbing, jambu biji, kiwi, stroberi, kayu manis, cengkeh, panili, selai
buah (yang dibuat dari golongan menguntungkan dan netral), anggur putih.
|
|
Buruk
|
daging babi dan semua
bagiannya, daging sapi, daging kerbau, daging kambing, daging domba, daging
bebek, daging angsa, jeroan dari kambing dan ayam, burung dara, lele,
belut, kerang (mussels), remis (scallop), kepiting, udang, lobster,
keju amerika (american cheese),
keju gruyere, keju parmesan, es krim, minyak jagung, minyak kacang, kacang
merah, tomat dan saus tomat, mangga, melon, pepaya, pisang, semangka,
mayones, kelapa, lada, acar, cuka, bir, liquor, air soda.
|
Golongan Darah B :
|
Risiko terkena penyakit
|
:
|
diabetes tipe I, kelelahan (fatigue) kronis, otoimonitasnya tidak
teratur, lupus, sklerosisi ganda.
|
|
Latihan gerak
|
:
|
latihan fisik yang moderat
seperti hiking, renang, bersepeda, tenis.
|
|
Suplemen
|
:
|
magnesium, gingko, esitin.
|
|
Profil diet
|
:
|
|
|
Kategori
|
Jenis Asupan
|
|
Baik
|
daging kambing, daging
domba, daging kelinci, ikan kerapu, ikan makerel, ikan monkfish (sejenis
ikan air tawar), sarden, kaviar (telur ikan sturgeon), susu kambing, keju
susu kambing, keju feta, keju mozarella (keju pizza), yogurt, minyak
zaitun, bijiran oat (oatmeal),
tepung beras, brokoli, kol, peterseli, wortel, kentang, anggur, pisang,
nanas, jahe, ginseng, teh hijau.
|
|
Netral
|
daging sapi, daging kerbau,
hati sapi, daging kalkun, lele, remis (scallop),
cumi-cumi, ikan mas, ikan hering, ikan tuna, ikan salmon, ikan cucut, keju
cheddar, keju gruyere, keju brie, keju parmesan, susu kedelai, kacang
polong hijau, kacang merah, kacang kedelai, beras merah dan putih,
asparagus, rebung, bayam, seledri, bawang merah, bawang putih, apel,
aprikot, jeruk, melon, pepaya, pir, semangka, stroberi, anggur merah dan
anggur putih, bir, kopi.
|
|
Buruk
|
daging babi dan semua
bagiannya, daging ayam, daging bebek, burung dara, belut, kepiting, siput,
tiram (abalone), semua jenis
udang, lobster, kodok, ikan ekor kuning, keju amerika (american cheese), keju biru (blue cheese), es krim, minyak kanola, minyak jagung, minyak
kacang, minyak wijen, minyak bunga matahari, kacang-kacangan, kacang hijau,
tempe dan tahu, semua produk jagung (cornflakes,
maizena), tepung singkong (tapioka),
artichoke, apokat, belimbing, labu, tomat dan saus tomat, kelapa, kayu
manis, lada, liquor, dan air soda.
|
Golongan Darah AB :
|
Risiko terkena penyakit
|
:
|
kanker, serangan jantung,
anemia.
|
|
Latihan gerak
|
:
|
latihan gerak yang butuh
ketenangan seperti yoga, tai chi dan kombinasi latihan lain seperti hiking,
tenis dan bersepeda.
|
|
Suplemen
|
:
|
vitamin C, echinacea,
valerian, hawthorn, milk thistle, quercetin.
|
|
Profil diet
|
:
|
|
|
Kategori
|
Jenis Asupan
|
|
Baik
|
daging kambing, daging
domba, daging kelinci, daging kalkun, ikan makerel, ikan monkfish, ikan
tuna, sarden, keju mozarella (keju pizza), susu kambing, keju susu kambing,
keju feta, yogurt, minyak zaitun, selai kacang, kacang tanah, kacang mede,
kacang kenari, kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, beras, tahu,
tempe, brokoli, seledri, peterseli, ketimun, bawang putih, jeruk, kiwi,
nenas, pepaya, kamilen (chamomilla),
jahe, ginseng, kopi, teh hijau.
|
|
Netral
|
daging ayam kampung dan
jeroannya, lele, remis (scallop),
kaviar (telur ikan sturgeon), ikan mas, ikan hering, ikan salmon, ikan
cucut, ikan hiu, susu kedelai, keju cheddar, keju gruyere, minyak zaitun,
almond dan selai almond, pistachio (sejenis kenari hijau), kacang brazil,
kacang polong, asparagus, rebung, kol dan kembang kol, wortel, kentang,
bawang, bayam, labu, tomat, ketimun, apel, kurma, melon, pepaya, pir,
stroberi, kismis, aprikot, semangka, kayu manis, cengkeh, paprika, safron,
panili, gula putih dan gula merah, aneka selai, mayones, bir, anggur merah
dan anggur putih.
|
|
Buruk
|
daging babi dan semua
bagiannya, daging sapi, daging kerbau, daging ayam ras, daging bebek,
daging angsa, burung dara, jantung, belut, kerang (mussels), tiram (abalone),
kepiting, semua jenis udang, ikan ekor kuning, keju amerika (american cheese), keju biru (blue cheese), keju brie, mentega,
es krim, minyak wijen, minyak bunga matahari, semua produk jagung (minyak jagung, cornflakes, maizena), soba (mie jepang, dari bijian buckwheat),
artichoke, lada, cabai, apokat, pisang, jambu biji, mangga, belimbing,
tapioka, saus tomat, kelapa, aneka acar, soda dan teh hitam.
|
Sumber: Situs dadamo.com, Harian Kompas, Majalah Tempo, dll.-
*****
|