Ragam Pustaka

 

PARA PENEMU DARI INDONESIA

WINDU HERNOWO

Penemu Penghemat Bahan Bakar Mesin

 

Gara-gara terkena stroke pada tahun 2000, Ir. H. Windu Hernowo, MM (45 tahun), akhirnya memutuskan berhenti kerja pada tahun 2002, karena merasa tidak mampu lagi memberikan kontribusi kepada perusahaan. Dengan segala kekurangan yang ada, bapak dari dua anak ini tetap mempunyai semangat dalam bekerja dan memilih hidup sebagai wiraswasta.

 

Dari rumah tempat tinggalnya di Jl. Shangrila I/34 Jakarta Selatan, ia mendirikan PT. Barong Energysaver, yaitu suatu usaha dengan membuat alat yang dapat digunakan untuk menghemat pemakaian bahan bakar, meningkatkan kinerja mesin, menurunkan emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC), sehingga emisi menjadi ramah lingkungan serta opasitas dari gas buang yang pada akhirnya menghemat biaya bahan bakar dan biaya perawatan mesin.

 

”Sebelumnya saya bekerja di perusahaan minyak milik Prancis bernama Schlumberger, sebagai quality health safety and environment. Kemudian saya pensiun dini karena stroke yang mengakibatkan saya lumpuh,” kata suami dari Hj. Budiro ini.

 

”Waktu masih kuliah, saya hobi balapan motor liar. Saya dan teman-teman juga sering berlomba menciptakan suatu alat. Di lingkungan kami waktu itu, ada kebanggaan kalau bisa menciptakan suatu alat,” kata lulusan dari sekolah tinggi teknik ternama di Surabaya ini.

 

Windu dan beberapa teman, diantaranya Ahmad Fauzi, berhasil menciptakan alat untuk memacu laju motor lebih cepat, waktu itu masih untuk sendiri. Karena bentuknya yang besar dan kurang praktis, dibantu teman baiknya dari teknik elektro, dibuatlah alat itu yang lebih kecil tapi kualitasnya tetap sama.

 

”Lama-lama timbul niat kalau bagus begini kenapa tidak dites. Kemudian saya tes di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, hasilnya bagus. Ternyata alat ini bukan hanya mempercepat laju motor, tetapi juga bisa mengirit BBM dan emisi bagus,” katanya.

 

”Kemudian pada Februari 2002, saya membuat perusahaan dengan nama PT. Barong Energysaver. Kenapa saya beri nama ’Barong’, karena saya punya cita-cita, produk Indonesia nantinya bisa dikenal di luar negri. Saya pakai nama itu agar mudah diingat, karena ’Barong’ identik dengan Bali. Untuk produksi alat ini, saya percayakan kepada Ahmad di Malang (Jawa Timur),” kata CEO Managing Director PT. Barong Energysaver ini.

 

Barong Fuel Ionizer (BFI) adalah sebuah alat berteknologi modern untuk mesin kendaraan serta mesin-mesin lainnya yang bekerja dengan sistem positive magnetism frequenty energy. Barong dengan teknologinya mampu mengubah molekul bahan bakar minyak (BBM) menjadi mudah mengikat oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna melalui ’burning coverage management’.

 

Alat ini dapat memperbaiki performa mesin sekaligus penghematan BBM hingga 25 persen dengan mengubah reaksi molekuler menjadi radiasi ion antara hidrokarbon dengan oksigen menggunakan teknologi mikroprosesor serta superkonduktor neodimium.

 

Memanfaatkan teknologi mikroprosesor dari Jepang serta superkonduktor neodinium dari AS, alat ini dapat digunakan pada mesin transportasi (mobil, motor, kapal laut, dll) maupun industri yang memakai bahan bakar hidrokarbon (bensin, solar, gas dan sejenisnya).

 

Pemasangan diinstalasi pada saluran bahan bakar dengan penempatan setelah filter dan sebelum ruang bakar mesin. Untuk memperoleh hasil maksimal, perlu penyesuaian aliran udara pada mesin karburator atau pun air fuel ratio (AFR) untuk mesin injeksi.

 

Dengan adanya barang yang ramah lingkungan ini, diharapkan emisi kendaraan tidak lagi membuat polusi udara semakin buruk. ”Harapan saya, Barong bisa menjadi alat yang dikenal masyarakat, karena kalau setiap orang sudah sadar begitu pentingnya udara yang sehat, pasti orang akan pakai alat ini,” ujar Windu. [Amri, JobPlus – Juli 2004].

sebelumnya | awal | berikutnya