|
ZAHLUL BADARUDDIN
Penemu Zahlul Integrated Unit
Umum diketahui, harga obat bisa “tidak
ramah” dengan kantong pasien. Maka, berterima kasihlah kepada Zahlul
Badaruddin. Doktor teknik kimia lulusan Universitas Oslo, Norwegia, 1983,
ini berhasil membuat desain sistem untuk pabrik kimia yang bisa membuat
harga obat lebih murah. Pencapaiannya itu dalam dunia farmasi dinilai
sebagai “lompatan” ke depan.
Sebelum temuan Zahlul mencuat, kalangan industri
farmasi yakin bahwa untuk membuat bahan baku obat perlu investasi besar.
Paradigma itulah yang membuat industri kimia Tanah Air tak berani memproduksi
bahan aktif obat. Walhasil, bahan baku obat harus diimpor. Ujung-ujungnya,
harga obat membumbung.
Sebagai contoh, obat batuk yang memerlukan bahan aktif
guapenecin. Harga impornya sekitar USD 14 atau kurang lebih Rp 120.000,-
per kilogram. Namun dengan desain Zahlul, yang dinamai Zahlul Integrated
Unit (ZIU), harga bahan baku bisa dijual Rp 24.000,- per kilogram.
Cuma dengan menambah perkakas ekstra senilai Rp 200
juta, menurut Zahlul, teknologinya bisa menekan biaya produksi obat hingga
40%. Padahal untuk membuat proses serupa dengan peralatan lain, perlu
investasi belasan milyar. Kerja sistem produksi rancangan Zahlul ini pada
intinya memberi kesempatan reaksi kimia berlangsung sesuai dengan
“kehendak” zat yang akan bereaksi.
Sehingga, reaksi kimia berlangsung singkat dan
terkontrol. Keunggulan ZIU, menurut pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra
Barat tahun 1951 itu, terletak pada desain alat yang disesuaikan dengan
sifat kimia dan fisika bahan yang direaksikan. Karena sifat tiap bahan
berbeda maka untuk setiap jenis reaksi diperlukan desain alat yang berbeda.
Zahlul membagi reaksi pada industri farmasi dalam
tujuh kategori. Karenanya, ia membuat tujuh rancangan ZIU. Mulai ZIU untuk molekul sederhana hingga yang
rumit, seperti setoid. Di tiap kelompok reaksi itu, bisa dibuat 40 hingga
50 macam obat. Produk ZIU bisa dipakai mengekstrasi bahan alam untuk bahan
baku jamu hingga bahan baku oli sintetis.
Sebelum ZIU lahir, Zahlul telah memiliki dua paten.
Pertama, lapisan khusus baja yang dipakai di Swiss dan zat propoxur, bahan
aktif untuk obat anti serangga. ZIU sendiri pada 2000 mendapat rekomendasi
Mentri Kesehatan RI untuk diterapkan pada industri farmasi di Indonesia.
Sayang, pria kreatif yang hidup di kursi roda sejak kerusakan ginjal pada 1992
itu, awal tahun 2004, menutup mata selamanya (G.A Guritno) --- Sumber:
Majalah Gatra, Agustus 2004.

sebelumnya
| awal | berikutnya
|